Metode Perhitungan Persediaan LIFO dan FIFOđź‘€


FIFO dan LIFO pada akuntansi merupakan cara atau metode yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. Persediaan merupakan semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali atau dikonsumsi dalam operasi normal perusahaan. Terdapat dua sistem pencatatan akuntansi persediaan yaitu sistem perpetual dan sistem periodik (fisik). Metode tersebut dapat disesuaikan dengan jenis perusahaan dan juga keperluan perusahaan. Berikut adalah perbedaan metode FIFO dan LIFO.

1. Metode First In First Out (FIFO)


Pengertian
Metode FIFO merupakan metode yang paling umum yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. First in first out artinya masuk pertama keluar pertama, maka pada metode ini unit persediaan yang pertama kali masuk ke gudang perusahaan akan dijual pertama. Metode FIFO ini didasarkan pada asumsi bahwa aliran cost masuk persediaan harus dipertemukan dengan hasil penjualannya. Sebagai akibatnya, biaya per unit persediaan yang masuk terakhir dipakai sebagai dasar penentuan biaya barang yang masih dalam persediaan pada akhir periode (persediaan akhir). 

Kelebihan

  • Nilai persediaan dicatat pada jenis-jenis laporan keuangan secara relevan.
  • Metode ini menghasilkan laba yang lebih besar.
  • Metode ini sangat cocok digunakan untuk pencatatan produk konsumsi, karena dapat memaksimalkan waktu penyimpanan.

Kekurangan

  • Pajak yang harus dibayarkan perusahaan ke pemerintah menjadi lebih besar.
  • Laba yang dihasilkan kurang akurat.

Contoh 
contoh yang digunakan berdasarkan data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. XY. datanya adalah sebagai berikut:

Data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. XY

Perhitungan menggunakan FIFO:
Pencatatan menggunakan FIFO (dalam ribu)
Dalam penerapan metode FIFO berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang lama/pertama masuk untuk dijual terlebih dahulu. Pada contoh perhitnugan di atas persediaan akhir barang dagangan dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya metode FIFO ini sangat cocok diterapkan pada perusahaan yang menjual produk yang memiliki masa kadaluarsa, seperti makanan, minuman, obat dan lain sebagainya.
2. Metode Last In First Out (LIFO)

Pengertian
LIFO artinya yang masuk terakhir keluar pertama. Metode ini mengasumsikan unit persediaan yang dibeli pertama akan dikeluarkan di akhir. Artinya, unit yang dijual pertama adalah unit persediaan yang terakhir masuk ke gudang. Jadi biasanya persediaan akhir barang dagangan akan dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang pertama atau awal masuk. Metode biaya persediaan LIFO ini didasarkan pada asumsi bahwa aliran keluar biaya persediaan merupakan kebalikan dari kronologi terjadinya biaya. Pada metode ini, harga beli terakhir dibebankan ke operasi dalam periode kenaikan harga (inflasi), sehingga laba yang dihasilkan akan kecil dan pajak yang terutang juga menjadi lebih kecil.

Kelebihan

  • Mudah membandingkan cost saat ini dengan pendapatan sekarang.
  • Apabila harga naik maka harga barang jadi konservatif.
  • Laba operasional tidak terpengaruh oleh untung atau rugi dari fluktuasi harga.
  • Menghemat pajak

Kekurangan

  • Bertolak belakang dengan aliran fisik persediaan sesungguhnya.
  • Biaya pembukuan menjadi mahal karena metode ini lebih rumit.
  • Laba atau rugi yang dihasilkan lebih rendah.


Contoh 
contoh yang digunakan berdasarkan data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. XY. yang digunakan untuk perhitungan FIFO di atas. Berikut adalah contoh perhitungan menggunakan LIFO:
Pencatatan menggunakan LIFO (dalam ribu)
Dalam penerapan metode LIFO berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang baru/terakhir masuk untuk dijual terlebih dahulu. Pada contoh perhitnugan di atas persediaan akhir barang dagangan dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang pertama atau awal masuk.




Daftar Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Sekuritas Saham dan Obligasi

Perusahaan Industri dan Akuntansi Biaya Menurut Proses