Artificial Intelligence Camera


Artificial Intelligence Camera

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang AI camera yang beberapa tahun belakangan kerap kali disematkan pada ponsel pintar kelas atas bahkan kelas menengah sekalipun. Sebelum membahas lebih jauh tentang AI camera kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan AI. Yang dimaksud dangan AI atau artificial intelligence adalah suatu kecerdasan buatan yang dibuat dengan cara mensimulasikan kecerdasan manusia ke dalam suatu mesin yang diprogram agar mesin tersebut dapat berpikir dan bertindak layaknya manusia. AI dapat disematkan pada mesin apa pun yang memerlukan sifat-sifat yang terkait dengan pikiran manusia. Secara garis besar proses atau cara kerja AI terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya: bagian pembelajaran yaitu perolehan informasi dan aturan untuk menggunakan informasi, kemudian bagian penalaran yaitu menggunakan aturan untuk mencapai perkiraan kesimpulan yang pasti, dan yang terakhir adalah koreksi diri yaitu bagian yang terdapat pada AI tipe memori terbatas yang dapat menjadikan setiap langkah yang diambil sebagai pembelajaran. Jadi, singkatnya AI adalah kecerdasan buatan yang disematkan pada mesin yang konsepnya meniru cara berpikir manusia.


Setelah mengetahui konsep AI, yang berikutnya adalah pengaplikasian AI itu sendiri, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya kali ini kita akan membahas tentang teknologi AI yang disematkan pada kamera ponsel pintar atau smartphone atau biasa disebut dengan AI camera, mengapa demikian? Saya tertarik membahas tentang AI camera karena saat ini AI camera saat ini sedang menjamur dan saya sendiri memandang hal tersebut sebagai trend positif dari perkembangan IPTEK yang ada saat ini. Saking menjamurnya AI camera pasti disematkan pada ponsel pintar yang dirilis beberapa tahun belakangan, setidaknya setahun belakangan dari saat penulisan ini dibuat. Selain itu alasan saya lain mengapa membahas tentang AI camera  adalah karena AI camera merupakan salah satu teknologi kecerdasan buatan yang paling dekat dengan kita dan saya yakin hampir setiap pembaca tulisan ini sudah mengetahui bahkan merasakan AI camera itu sendiri.

Cara kerja AI pada kamera smartphone yang kita miliki sebenarnya secara garis besar cukup sederhana tetapi dalam proses pembuatannya tidaklah sesedrehana itu. AI pada kamera smartphone bekerja dengan menggunakan system on chip yang sudah dibekali neural network (cabang ilmu AI yang cara kerjanya meniru kemampuan otak manusia dalam menanggapi rangsangan melakukan proses dan memberikan output), jadi kecerdasan buatan yang ada pada ponsel tersebut sudah ditanam ke dalam chip atau processor, dengan cara tersebut kecerdasan yang berintegrasi dengan kamera terus “belajar” setiap kali digunakan (machine learning), sehingga semakin sering digunakan maka program akan semakin “menyesuaikan diri” dengan kondisi yang ada.



Salah satu fitur yang dimiliki AI camera adalah mode kecantikan, secara sederhana cara kerja mode kecantikan tersebut adalah seperti sebuah aplikasi sejenis editor foto yang bekerja secara otomatis, ketika smartphone menangkap dan mendeteksi wajah pengguna. Teknologi AI bekerja menyesuaikan tipe wajah, warna kulit, kehalusan kulit, hingga ukuran bola mata si pengguna. Bahkan AI juga bisa meminimalisir pori-pori yang ada pada kulit wajah sehingga hasilakhir menjadi mulus.


Dengan adanya AI camera sistem keamanan smartphone kini menjadi semakin bervariasi contohnya adalah jika sebelumnya mengunci atau mengamankan smartphone dilakukan dengan menggunakan password, pin, atau pola, bahkan sidik jari kini mengunci smartphone dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi biometrik. Teknologi biometrik mengamankan perangkat dengan cara melakukan proses analisa dan identifikasi melalui dua macam karakteristik manusia yakni fisik (pengenalan melalui struktur wajah, retina, iris mata, sidik jari, telapak tangan, DNA) dan fisiologis (pengenalan melalui tanda tangan, cara menulis, suara, langkah/gerak jalan), yang digunakan pada AI camera sebagai keamanan smartphone adalah melalui karakteristik fisik. teknologi biometrik yang dimaksud di sini adalah sistem pengenalan wajah (face recognition) dan iris scanner. Secara sederhana face recognition dan iris scanner bekerja dengan cara menembakkan sinar inframerah ke daerah atau titik-titik tertentu (ke daerah wajah untuk face recognition dan ke daerah bola mata untuk iris scanner).
Kegunaan AI camera  yang lainnya adalah mendeteksi berbagai objek seperti pemandangan, benda, makanan, atau wajah dan menyesuaikan setelan kamera agar gambar yang diambil lebih optimal karena telah disesuaikan dengan keadaan. Sebenarnya masih banyak lagi kegunaan AI camera  namun secara garis besar sudah saya sampaikan kali ini.
Dapat kita simpulkan bahwa kegunaan AI camera tidak hanya sekedar untuk membuat wajah si pengguna menjadi lebih cantik atau tampan  tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan keamanan ponsel serta mempermudah pengguna dalam kegiatan motret-memotret menggunakan kamera smartphone si pengguna. Dengan adanya AI camera pada smartphone membuat keamanan smartphone semakin meningkat dan semakin bervariasi, serta dalam penggunaan kamera menjadi lebih interaktif. Baik buruknya AI camera itu sendiri tergantung dari diri kita masing-masing. Harap gunakan teknologi apa pun dengan bijak. Sekian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf. Wassalam.


Daftar Pustaka
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190513130056-37-72069/mengenal-artificial-intelligence-dan-cara-kerjanya
https://socs.binus.ac.id/2012/07/26/konsep-neural-network/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Sekuritas Saham dan Obligasi

Metode Perhitungan Persediaan LIFO dan FIFOđź‘€

Perusahaan Industri dan Akuntansi Biaya Menurut Proses