Teknologi Sistem Cerdas

 

Gambar 1. Ilustrasi AI / imdb.com


    
Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang kecerdasan buatan mulai dari definisi, sejarah, hingga implementasi kecerdasan buatan itu sendiri. Pada tulisan ini saya akan menjelaskan sedemikian rupa mungkin agar dapat dengan mudah dipahami.
 

A.    Definisi Kecerdasan Buatan

Pertama harus kita mengetahui definisi dari kecerdasan buatan itu sendiri. Sebenarnya apa sih kecerdasan buatan itu? Jadi kecerdasan buatan atau sering disebut dengan artificial intelligence adalah suatu kecerdasan yang dibangun dan diimplementasikan pada komputer yang bertujuan agar komputer atau mesin tersebut dapat menyelesaikan suatu pekerjaan layaknya manusia (Dahria, 2008). Contohnya adalah Google Assistant. Ya Google Assistan, Google Assistant merupakan asisten virtual berupa program perangkat lunak yang terdapat pada ponsel atau perangkat android. Google Assistant dikatakan sebagai sistem cerdas (artificial intelligence) karena ia dapat berkomunikasi dan membatu (misalnya menyetel alarm) pengguna smartphone android layaknya seorang manusia.

B.     Sejarah Awal Kecerdasan Buatan

Sebelum kita bahas lebih dalam tentang kecerdasan buatan kita juga harus mengetahui sejarah awal berkembangnya AI. Pada tahun 1950 seorang ahli matematika asal Inggris yang bernama Alan Turing melakukan sebuah percobaan yang bernama Turing Test. Pada percobaan tersebut Turing membuat sebuah software AI yang ditempatkan pada sebuah terminal, dan pada terminal lainnya dioperasikan oleh seorang operator. Ternyata kedua terminal tersebut saling berkomunikasi (terminal AI merespon pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh operator), dan si operator tidak mengetahui bahwa ia sedang komunikasi dengan AI (kecerdasan buatan). Dengan software AI yang diciptakan Turing dapat membuat si operator percaya bahwa ia sedang berkomunikasi dengan orang lain padahal ia sedang berkomunikasi dengan komputer, oleh sebab itu maka komputer tersebut dapat dikatakan cerdas. Percobaan tersebut merupakan awal dari perkembangan AI yang sampai saat ini masih terus berkembang (Dahria, 2008).

C.    Konsep Kecerdasan Buatan

 Jadi dapat kita ketahui bahwa konsep dari kecerdasan buatan adalah sebuah cabang ilmu komputer yang mempelajari cara menggunakan komputer untuk mensimulasikan dan memperluas fungsi otak manusia. Yang berarti dengan kecerdasan buatan komputer dapat memiliki pengetahuan dan perilaku manusia dengan kemampuan seperti belajar, penyimpangan, penilaian, menyelesaikan masalah, memori, pengetahuan dan pemahaman bahasa alami manusia (Halim dan Prasetyo 2018).

Untuk mengetahui lebih jelas tentang kecerdasan buatan, dilansir dari (Dahria, 2008) berikut adalah ruang lingkup dari kecerdasan buatan:

·         Sistem Pakar (Expert System)

Sistem pakar merupakan sebuah komputer yang memiliki kecerdasan layaknya seorang pakar. Sistem pakar dapat mengatasi permasalahan dengan ruang lingkup tertentu, misalnya untuk mendeteksi penyakit jantung (dalam ruang lingkup kesehatan).

·         Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing)

Dengan teknologi ini manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya bahasa Inggris dan Indonesia.

·         Pengenalan ucapan (Speech Recognition)

Dengan ini manusia dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara.

·         Robotika dan Sistem Sensor

Robot dapat bergerak sesuai dengan masukkan yang diambil oleh sensor.

·         Computer Vision

Dengan teknologi ini kita dapat merepresentasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.

·         Intelligen Computer-Aided Instruction

Dengan ini komputer dapat mengajar layaknya seorang tutor.

·         Permainan (Game)

·         Jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network)

Teknologi ini termasuk ke dalam soft computing. Teknologi ini mampu membuat sebuah komputer melakukan pembelajaran layaknya manusia dengan didasari oleh syaraf otak manusia.

 

D.    Implementasi Kecerdasan Buatan

            Setelah membahas tentang kecerdasan buatan itu sendiri, sekarang kita akan membahas tentang contoh kecerdasan buatan. Contoh yang akan diambil tidak jauh-jauh dari contoh yang sudah dipaparkan sebelumnya yaitu Google Assistant. Contoh kecerdasan buatan yang akan dibahas berkaitan dengan natural language processing dan speech recognition yaitu tentang sebuah aplikasi smartphone android yang digunakan untuk menerjemahkan kata-kata kita ke dalam bahasa isyarat yang berupa gambar.

            Program atau aplikasi ini dibuat agar kita dapat berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Aplikasi ini menggunakan prinsip yang sama dengan Google Assistant. Di dalam AI sendiri Google Assistant merupakan salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang termasuk ke dalam pengenalan ucapan (speech recognition) dan pemrosesan bahasa alami (natural language processing). Dengan Google Assistant kita dapat “memerintah” smartphone dengan suara dan perintah yang kita ucapkan menggunakan bahasa sehari-hari (misalnya bahasa Indonesia). Begitu pun dengan aplikasi ini, aplikasi ini bekerja dengan cara memproses kata-kata yang kita input melalui smartphone kita, mencockannya dengan gambar, dan menghasilkan output berupa gambar yang cocok dengan kata yang kita input.

          Dilansir dari (Muliani, 2019) secara garis besar proses aplikasi speech recognition adalah sebagai berikut:

1.      Proses Input

Proses ini terdiri dari:

a.      Pemasukkan Data (Data Entry)

Yaitu memasukan data berupa kata-kata dan gambar yang nantinya data tersebut akan ditampilkan untuk mersepon suara kita. Data yang akan ditampilkan adalah data yang berupa gambar.

b.      Penangkapan Data (Data Capture)

Yaitu proses mengambil data berupa suara yang kita ucapkan dan nantinya akan ditangkap oleh ponsel pintar (smartphone).

c.       Pencocokan Data

Di mana data yang diinput (audio) disesuaikan dengan data pada database yang sudah diinputkan (image). 

2.      Proses Output

Proses ini menampilkan data berupa gambar yang sesuai dengan suara yang kita inputkan. Gambar yang akan ditampilkan harus merupakan gambar yang sudah terdapat di dalam database yang cocok dengan kata yang diinputkan.

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut adalah diagram untuk menjelaskan proses yang terjadi pada aplikasi penterjemah bahasa isyarat yang mengimplementasikan speech recognition dan natural language processing:

 

Gambar 2. Alur Proses / (Muliani, 2019)

 

Penjelasan Proses:

1.      Menginput Kata

Proses ini adalah bagian dari kecerdasan buatan yaitu pengenalan ucapan (speech recognition). Pada proses ini dilakukan penginputan suara berupa kata dengan cara menyebutkan kata yang akan dikonversi menjadi gambar.

2.      Proses Natural Language Processing 1

Proses ini adalah bagian dari kecerdasan buatan yaitu pemrosesan bahasa alami(Natural Language Processing). Pada proses ini, bahasa kita dikonversi menjadi suara digital.

3.      Proses Natural Language Processing 2

Pada proses ini suara digital dikonversi menjadi teks.

4.      Pencocokan Kata

Kata yang telak dikonversi kemudian dicocokkan dengan kata-kata yang ada pada database.

5.      Pencocokan Gambar

Setelah kata cocok dengan kata yang berada di database maka kata tersebut akan dicocokkan dengan gambar.

6.      Pencetakan Output

Setelah kata dan gambar telah cocok, maka gambar tersebut yang akan ditampilkan pada layar ponsel.

Akhirnya selesai sudah penjelasan tentang kecerdasan buatan yang dimulai dari definisi hingga contohnya. Sebelumnya, informasi yang didapatkan untuk menulis artikel ini berasal dari jurnal-jurnal yang telah dilampirkan pada daftar pustaka. Sebagai tambahan mengingat kondisi yang terjadi sekarang jangan lupa 3M. Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih. Wassalam.


Daftar Pustaka

Dahria, M. 2008. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Jurnal SAINTIKOM, 5(2), 185 – 196. Tersedia di:

<https://prpm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/160B2-OK-Jurnal9-MD-Kecerdasan%20Buatan.pdf>

Halim, C. dan Prasetyo, H. 2018. Penerapan Artificial Intelligence Dalam Computer Aided Instructure (CAI). Jurnal Sistem Cerdas, 1(1), 45 – 51. Tersedia di:

<https://apic.id/jurnal/index.php/jsc/article/download/6/6/>

Muliani, A. 2019. Penerapan Teknologi Speech Recognition (Voice To Sign) Untuk Membantu Komunikasi Dengan Penyandang Disabilitas Pendengaran. Jurnal Teknovasi, 3(6), 49 – 53. Tersedia di:

<https://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/article/view/382/pdf>

Gambar 2 (Image 2). Tersedia di:

<https://www.imdb.com/title/tt0343818/mediaviewer/rm2807548928/> 

Diakses 13 Desember 2020. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Sekuritas Saham dan Obligasi

Metode Perhitungan Persediaan LIFO dan FIFO👀

Perusahaan Industri dan Akuntansi Biaya Menurut Proses